Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI BY VALDA ALI MANSYOER (original&legal)

Meresap
By Valda Ali Vam · 18 hours ago
Hatiku semarak
Tanpa alasan
Bahagia
Serasa peluh pun jadi sejuk

Biarku sendiri
Bahagiaku
Ada di dada ku
Sudah waktunya gantungkan rindu

Berpeluk lelap
Bangun dengan nafas nafas darahku
Cukup

Purnama Di Atas Atap
by Valda Ali Vam on Wednesday, March 2, 2011 at 10:26am
Purnama
Cahaya semarak sebar romantisme
Hayal melayang meretas galau
Terangi jiwa berkabut

Selalu
Terpandang jauh di sana
Tangan tak jua gapai
Mata bersendawa

Tanpa sentuh
Segan buaian
Tak jua sapa
Tak jua rayu

Anggun
Mewah
Wibawa dalam sunyi
Jumawa

Tak lantunkan bait rindu
Juga benci
Buat gatal di hati
Ingin sampaikan tanya
Rindukah Purnama

Sampai satu malam
Purnama di atas atap
Duduk manis

Ooh....Tidaaaakkkkkkkk.............!!!!
Purnama gagu
Bisu
Tuli...
Wajahnya berbolong
Cahaya silau,amat silau

Lenyap sudah pesona Purnama
Kala ia hinggap di atas atap
Maaf.....pada sang diam
Terperangkap asumsi

Terbunuh diam

Bandung Rindu Bali

Bayangan Bulan
by Valda Ali Vam on Wednesday, March 2, 2011 at 9:15am
Berbaringlah sayang di sampingku
Di atas hamparan waktu...
Kita tatap langit malam ini
Genggam tangan ku

Sampaikan saja rindu lalui erat hangat genggammu
Biar rasa mengalir
Jangan peluk
Jangan cium

Tunda gairahmu
Tunda gelitik jalang kita
Yang kumau hanya rasakan,cinta putihmu
Nyaman menitipkan jiwa
Hangat mengudara
Tak perlu berlabuh tuk hirup aroma tubuhmu
Cukup rasakan,kau ada di sampingku

Jika perlu terpejam
Kita terpejam
Tuk mainkan bilah bilah pedang hati menebas sepi
Menikam rasa sendiri

Bayangkan saja
Satu senja
Kita,Kau ...aku...
Menghirup kopi tuk hangatkan senja

Sampai di tetes terakhir
Kita sadari ada yang lebih nikmat ,dari sekedar segelas kopi
Sementara itu...kita susun mimpi ini
Kita kayuh satu rencana

Rencana hati
Bisakah kita berbaring lagi
Tanpa menatap bulan yang berbayang...

SEKELUMIT GUE
by Valda Ali Vam on Tuesday, March 1, 2011 at 10:23pm
Gue jangan ditebak,karna gue bukan teka teki
Gue manusia biasa,bnyk dosa
Gue ga pake topeng
Gue introvert,gue extravert
Sok cari tau

Gue manis...
Gue racun
Gue jutek
Gue tergelak

Lu baca ,Gue yang faham
Lu diem ,Gue maju
Lu maju, gue lari
Lu minta,gue beri
Gue beri ,Lu jangan loncat

Gue angin
Gue ngumpet,invisible
Gue bisa sentil kuping
Gue meradang
Gue tertikam

Gue mau
Lu mau
Gue mikir

Mau Gue...
Jangan simpulkan
Gue ga usah dianalisa
Satu detik bisa tau
1 taun ga cukup kenali Gue

Noh liat....
Nyawa Gue berserakan
Mulut Gue
Kaki Gue
Gue bilang ,diem
Ya diem

Muak ma Gue..
Get loose..
Tahan ....ya stay
Jangan simpulkan...!!
Rumit ....!!!!
Sok mau apa...

Bandung,rindu Bali

A N G I N
By Valda Ali Vam · Tuesday
Berdesir...
Melemah
Berguruh
Sampaikan rindu lalui nafas

Sejuk dikala terik
Melayang
Tak kentara
Rasakan

Berarti bagi bumi
Siapa bisa ikat
Biar Ia tetap begitu
Sampai Ia,mampu berubah wujud

Rasakan saja,Ia ADA

Kantuk
By Valda Ali Vam · Monday
aku tidak berdiri
aku hanya duduk
dengan tatapan kosong terkantuk kantuk
bibirku kelu

hanya rasakan mataku makin berat saja
akhirnya
tanpa keinginan berlisan
kubiarkan kantuk kalahkanku..

berbaring
tidur
tantangan,tuduhan,makian
dari penjuru waktu dan nyawa
tak kuingat lagi

Kupasrahkan tubuh,jiwaku dipelukkan kantuk
biar kuhirup aroma mimpi
Mimpiku sendiri

RECOVERY UNTUK PARA PENDUSTA
by Valda Ali Vam on Friday, February 25, 2011 at 10:30pm
Berjalan di tengah ramainya lalu lalang jiwa
Di antara muka muka tengadah
Yang berapi api
Melontarkan buih buih manis

Tatapan lurus
Tanpa tunduk
Mata nyalang merah meradang
Seakan mampu memanggang kebenaran

Woooooyy....!!!!!!!!
Haloooooooooooooo.....!!!!!!!!!!!!!!!!!
Disini....!!!
Lihat ....!!!
Lihat Ku Bilang....!!!!
Pandaiku jumawaku.....mereka pandir...semua tolol.......!!!

Begoooo.....!!!!!
Aduh....lupa....maaf maaf...!!! Duh malu.....
Apa yang terjadi.....Apa.....?????????????????????
Malu ....bercucuran air mata ini......
Oh Yang Kuasa ,sungguh aku lupa.....
Lantangku....teriakan ku....
Pidatoku.....

Hanya menggiring aku untuk menjatuhkan tatapan ke bawah...
Bisa kudustai semua orang
Lupa....sangat lupa
Aku Tak Bisa Dustai Engkau
Juga Hati Kecilku...

Perlahan merah ku melemah...
Larut dalam ayunan malu
Terkapar dalam jiwa remuk redam
Tak sanggup Kuhitung..." BERAPA BANYAK DUSTA KUBUAT HARI INI"

BANDUNG 25 FEBRUARY 2011


DUSTA
by Valda Ali Vam on Friday, February 25, 2011 at 10:00pm
Dusta
Hadisth Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: "Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Yaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa."
Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda:

~~~~~TANDA ORANG MUNAFIK ADA TIGA,SALAH SATUNYA ADALAH JIKA BERBICARA DIA DUSTA~~~~~~

Ya Allah sebodoh bodohnya hamba ,hamba mengakui,bahwa hamba seringkali berucap bohong,hamba mohon ampunan Ya Allah.....

_______
by Valda Ali Vam on Thursday, February 24, 2011 at 8:38pm
I could only talking with my self deeply in tears
Would U understand,that I more than under pressure in this life.
I dont want to hurt U
I feel so lonely in this cruel world.
Sometimes I wish .....
I'm sorry ,I'm not perfect...
I just want to tell U ...
Deeply in my heart,I'm dying ....
I love U ,I'm sorry

Let Me smile in pain
Let Me swimming in desert
Or dying here with...misery

Dedicated 4 someone,I,m sorry..

Puihhhhh..............!!!!

by Valda Ali Vam on Thursday, February 24, 2011 at 8:17am

Sebetulnya pagi ini ,ingin ku buat puisi
Tentang mata yang menerkam
Tentang rindu tergarang geram
Juga anjing - anjing melolong,bak penguasa rasa

Lihat saja lalu lalang di sini
Begitu berdesakkan
Aku  terhimpit oleh copet-copet
Copet yang persalahkan kelengahanku
Maling-maling yang menodongku

Sungguh gambaran porak poranda
Anjing-anjing melolong,unjuk seringai
Siap menerkam
Terkamlah....!!!
Telaaaaaaaaaannn...........!!!!!!

Terkam hatiku yang berarsenik...!!!!

~~ Maaf untuk yang terludahi tanpa sengaja,ludah ini aku buang di muka para pelolong yang sakitiKu yang sudah kuberi kesungguhan ~~
Sekali lagi Maaf...Ironi dari sebuah Satir
Bandung 24022011

Mauku
By Valda Ali Vam · Wednesday, February 23, 2011
Kuminta ia jadi segala apa yang ada dan datang dari langit
Bulan...
Bintang
Matahari
Angin
Awan
Hujan
Lembayung

lantas apa yang kuberi..??
Tempat yang baik untuk seluruh curahan isi langit
Kesetiaan Bumi terhadap langit..

Hanyalah
By Valda Ali Vam · Monday, February 21, 2011
Roncean melati dulu....dulu sekali
Aromanya masih bisa ku ingat
Hiruk pikuknya
Bagaimana kain mengikat langkah

Rupa rupa warna
Di satu hembusan nafas
Bagai bingkai satu lukisan

Lukisan yang kini berjelaga
Teronggok di sudut sepi
Perjuangan letih

Pencarian
by Valda Ali Vam on Saturday, February 19, 2011 at 11:49pm
Kurenungkan setiap kalimat yang tercipta...kusadari asmara sejati tak pernah ada...yang ada hanya sebentuk asmara rentan yang terbelit dg penghianatan,dan kita harus hadapi kenyataan itu di sepanjang hidup kita...yang ada adalah asmara yg terpenggal lara...picik kah kita,ketika berharap cinta sempurna dari pasangan kita..? Mungkin saatnya kita katakan YA,karna kesempurnaan bukan milik kita..Biarlah sakit membuat kita bangkit...Bahagilah dihidupmu,bernafaslah dg asmara yg ada...hanya itu yg bisa kita lakukan...mungkin waktu kan mengerti...dan menolong kita melewati semua rasa sakit...

Biarlah kita terlelap di buaian rindu
Yang kan mengelus kita untuk berbaring dipelukan harap
Biarlah hati menembus gelapnya lara
Biarlah luka mengering terbuai waktu
Seandainya kubisa lupakan
Sudah kulupakan
Bahkan senyum yang terbentuk,hanya tercipta dengan berjuta penyangkalan...,luka itu tak kunjung sirna
Bagaimana ku harus mengasihi kata asmara
Bagaimana kuharus membuang rindu
Air mata hanyalah air mata
Lara hati tak sedikitpun beranjak
Berat
Sakit
Pedih
Teramat pedih.....
Ketika waktu hanya menghantar lelah

Terkapar di impian yang terhempas
Menorehkan jejak luka ..
Mungkin waktu pun terlalu lelah
Lelah disandari begitu banyak problema
Lantas siapa pula,siapa lagi yang bisa kupersalahkan
Sementara yang kumau adalah cinta ( yang nyaris ) sempurna...






Mencari Jawab
by Valda Ali Vam on Friday, February 18, 2011 at 10:14am
Kenapa Orang-orang baik selalu sampai di pangkuanNYA lebih dulu
Karena mereka di berikan kasih sayang berlebih oleh Allah,untuk tidak menambah dosa
Sementara yang di berikan umur lebih panjang,diberi kesempatan untuk kembali dengan berbekal taqwa
Ampuni Aku Ya Rabb....

Berserak
by Valda Ali Vam on Thursday, February 17, 2011 at 3:14am
Bergelas gelas kopi ku hirup
Untung bukan arak yang ku telan
Hidup bernafas di ruang hujatan
Padahal tak ada yang kulakukan
Jalanku masih di sana

Bebal
Dungu
Naif ko jadi raja
Puiiihhhh............!!!!

Yang tak mengenal pun sanggup hinakan
Ingin rasanya kusumpahi mereka
Lidah lidah tak berotak...!!!
Wajah wajah yang merangkakpun tak pantas

Sayang satu langit
Tak bisa menghindar
Muak
Muak
Jika tatapan mampu membunuh
Berapa banyak kehilangan nyawa

Datang lagi
Muncul lagi
Manusiawi katanya
Tidak malu apa ?????????????????
Huh...ngeres semua.....!!!!!!

Manusiawi....??????????????
Dikolosalkan...???????????
Malu dong....!!!
Malu dengan pangkat...!!!
Malu dong dengan cassing yang cantik
Malu dong dengan kata Tauhid yang jadi penghias bibir

Manusiawi ko jadi pembenaran
Salah tau....!!!!

MATA
by Valda Ali Vam on Thursday, February 17, 2011 at 2:55am
Kusampaikan beribu jawab dari satu tanya
Tanpa suara
Tanpa desah
Lihat...!!!!!!!

Lihat dikedalaman ,kemampuanku memandang
Bahkan setiap kata yang belum terucap ,Kumampu genggam.
Pilihanku pada tidur
Agar dia tak trus bekerja

Lupaku hanya pada tidur
Mata
Mata
Liat itu...!!!!!

Satu abjad yang kecut
Yang melangkah tanpa keberanian

Selalu Aku yang dipersalahkan
Kadang yang ingin kuucapkan adalah
"Jangan singgah ,jika ingin sakitiku...!!!! "
Ingat saja,Jika kumau tanpa rayupun ,tergenggam semua...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kamu,dia...yang lain,yang akan datang,siapa lagi......!!!!!!!!!!!!!!!

PENGECUT SEKALI PENGECUT TETAP PENGECUT
Jangan lahirkanku sebagai PENGECUT

Jadi Siapa Aku
by Valda Ali Vam on Thursday, February 17, 2011 at 2:21am
Karna tak mampu jadi apapun
Karna tak mampu menyingkap tabir keinginan setiap nafas
Aku berusaha untuk menjadi seperti yang mereka inginkan
Namun tetap munculkan Aku

Lalu aku hilir mudik
Ke kiri,ke kanan
Menatap satu satu wajah di hadapanku
Ku coba masuk pada dimensi mereka
Aku yakin inilah yang terbaik yang kulakukan
Aku yakin...!!!!!!

Masih tak cukup juga..!!!!
Tak cukup...!!!!
Kemarahanku membuncah deras menyergap
Sumpah serapah terburai dari jiwa luka ku..
Airmata pun mulai tersendat mengering

Mataku tak lagi mampu membantu melumasi hatiku
Yang aku mampu hanyalah mengiyakan,satu kepengecutan
Apakah di depan harus kualami lagi...
Aku siap...!!
Sesiap nyawaku terbang kapan saja

Berbongkah bongkah amarah sudah Kucoba enyahkan
Sembunyi di balik tawa
Bungkam dibalik beribu tanya

Mestinya Aku jadi apa.....??????????????????????????

Sirup Manis Berbisa
By Valda Ali Vam · Tuesday, February 15, 2011
Berdesak desakkan..
Berburu gambar penukar keinginan
Wuihhh..kocekpun penuh sesak
Nilai tukar penuh sudah
Apa yang di mau.....!!
Beli...!!!!

Petantang petenteng jumawa
Inilah aku...Inilah aku...!!!
Gayaku tak ada yang punya
Mobilku berjejer

Senyumku mampu raih dunia
Wekkksssssss....
Mual...!!
Muntah....!!

Lho.....?????
Ko mual
Gaya lho..
Mantapp..

Lupa....!!!!!!..

Pencarian Di Padang Tandus Dunia (Lupa Mati )
by Valda Ali Vam on Tuesday, February 15, 2011 at 3:57am
Roda roda perjalanan menggilas waktu
Muka kuyu berselaput harap
Kadang tengadah tuk bertanya pada langit
Kadang menunduk malu terhadap DIA

Sementaran nafas masih terhirup tanpa halangan
Dalam jerat lara
Masih terselip tawa
Antara DIA Yang Maha dan aku yang kecil
Terikat di pori pori nafas
Sang PENGIKAT

Sementara aku
Seperti Sang dungu yang hanya mampu sejurus menatap datar
Berharap nafas dari mahluk yang sama lemahnya
Pandangan horisontal yang bodoh

Terpaksa kucaci maki diriku sendiri
Mengapa kuberkubang di sini
Padahal tak pernah kumiliki apapun
Sekalipun isi dunia ada di genggaman
Nyawa kan memutuskan semuanya

Menguap semua menguap...!!!
NOL.....!!!

Akupun menjerit mencengkram sesal
Tolong Aku....!!
Tolong....!!
Lepaskan ku dari jerat yang kan menguap ini..

Duh....tak ada yang dengarkah
Atau Mereka sama tulinya
Oh Sang Maha....aku malu....Izinkan ku bersimpuh...

Menjelang adzan Subuh

Lukisan Tak Berbingkai
by Valda Ali Vam on Monday, February 14, 2011 at 12:53pm
Di sudut berdebu sana...
Kulihat ada segulung kertas...atau apalah itu
Kupandang dari jauh..
Tak jelas kulihat dari jauh
Aku mendekat...ku intip dalam keadaan bergulung
Yang kulihat gambar yg samar,namun yang nyata adalah bulatan di ujung sana
Yang membawa mataku menatap pandang di luar gulungan itu

Lalu Kukatakan pada diriku sendiri
O ya...kenapa tidak kubuka saja...!!!
Perlahan...
Kutarik gulungan itu menyamping....
Olalaaaaaaaaaa........
Indah nian....ck..ckck...ck...kck..

Karya seni yang tertuang
Menjadi lukisan indah....
Kenapa ada di sudut sana
Kenapa berdebu..
Siapa yang buat...??
Siapa...????

Lukisan itu tak dinikmati mata
Hanya karena dua sebab,teronggok dan tak berbingkai.....
Lantas....???


Dalam Rindu Yang Meringkih
by Valda Ali Vam on Thursday, February 10, 2011 at 11:59am
Sebenarnya hanya sebentuk gelak riak hati yang menerjang kala diam
Menjelma dalam bentuk desir desir di dada
Terpejam
Menatap
Meringkih rindu

Olala....
Lapar menerjang bilik bilik keropos
Masuk tembus ke segala arah
Melingkari langit hati

hmmmhhh...lantas bagaimana kuayun
Kubiarkan saja menerkam langit hati
Berlari tetap payungi
Diam tetap menerkam
Berjalan mengendap ngendap

Kunanti saja di ujung jalan
Akankah ia duduk bersandar di sampingku
Sungguh Jatuh rindu rupanya
Ya ya ya..
Menggelepar

Seperti ini adalah esok
Seakan lusa adalah sekarang
Legam meredam ruang kelam
Di Rindu Yang Meringkih...

Aku Tak Mau Jadi Sungai
by Valda Ali Vam on Wednesday, February 9, 2011 at 1:38am
Tapi ini lah aku
Kalau begitu...aku tidak ingin menjadi sungai
Biar aku jadi bumi saja
Yang kemana pun berlari
Langit tetap ikutiku
Jika aku harus mengering tersengat panas
Biarlah
Jika Aku limbung tertiup bayu
Biar kubelajar bertahan
Jika hujan deras mengguyur
Biar kutumbuhkan tunas
Aku jadi bumi
Diam
Yang diam
Tanpa rayu terhadap langit
Tanpa kedipan terhadap angin
Tapi mampu
berikan hidup tuk berpijak bagi siapapun
tak perlu duduk berjejer dengan langit

Laut Muara Ku
by Valda Ali Vam on Wednesday, February 9, 2011 at 1:20am
Hmmh..
Semburat merah di ujung mega
Menyeruak lingkup langitku
Berjejal di antara riak riak deru angin
Tak mampu Kusembunyi
Jika pekat datang ia tetap di atas
Jika siang menyengat ia menyengat
Aku diam
Tanpa suara
Hanya bersandar pada sang mata
Untuk wakili kata
Lalu kuhela nafas
Selalu berulang
Tetap saja terhirup aroma nafasnya
Walau sudah kututup hidung
Kucoba benafas lalui mulut
Gagal
Apakah aku ,Jatuh Rindu....ataukah ia tak tergantikan
Hanya satu Laut
Dia

Sekedar
by Valda Ali Vam on Sunday, February 6, 2011 at 11:12pm
Hanya sekilas melepas raga dan rasa ke antara November dan Januari
Konsekuensi yang harus dijalani
Karena parameter yang rentan
Akhirnya 1 detik saja
Semua sirna
Hmmh
Kenyataannya
Ga jauh beda
Cuma segenggam asmara picik
Yang sembunyi di balik rasa ciut
Kenyataannya...bahkan diam pun tak dijelang
Apalagi berlari
Senada dengan kisah 16 Tahun
Sia sia tak ada sisa..
Ini jalan nya
Ini ragunya
Bukan raguKu
Aku tak pernah ragu
Yu mari
Akhirnya ada pada track masing masing
Kemudian 1 detik kemudian ada lagi
Kini mulai lagi dari awal
Juga Ku selalu bersungguh sungguh
Kini aku ikhlas
Silahkan ,Aku tampil seadanya
Seperti ini
Baca saja ,jika pandai membaca
Hmmhh..

Hingga
by Valda Ali Vam on Thursday, February 3, 2011 at 10:13am
Saat ini dalam ruang ini
Ku ikat kau erat
Ku lingkarkan rindu setiap saat di nafasmu
Sehingga Ku ada di setiap langkahmu

Dari langkah yang teruntai
Dari ucap yang terangkai
Terbentang ikatan di ujung waktu
Sekejap setiap saat
Ku tampil merengkuhmu

Selalu kan seperti itu
Sampai Ku bisa raih diammu
Sampai bisa kuraih senyummu tuk bersandar di bahu ku
Sampai saat lilitan eratnya rasa
Mampu bawa wujudmu di hadapanku

Terlalu
by Valda Ali Vam on Tuesday, February 1, 2011 at 8:27am
Tentang kewaspadaan yang melompat beberapa step ke depan
Menempatkan langkah yang teramat hati hati
Terpuruk pada ketakutan
terpojok pada was was

Muncul menjadi syak wasangka
Sementara sisi lain
Berujung jatuh
Prinsip seimbang yang sungguh sangat tidak mudah
Dilema

Positif terbentur negatif
Negatif terbentur positif
Pilihannya adalah menunggu reaksi
Lagi lagi menunggu

Satu prototipe
Yang sulit di tebak
Larilah pada dugaan dan pengandaian yang tak berujung
Akhirnya menjelma satu kesimpulan
Harus siap terhempas..
Hmmhhh

Susah juga ,urusan hati
Dibiarkan, hilang
Di tunggu, tak datang
Dikejar ,menjauh
Diam...bersama sama diam

Yang terparah adalah munculnya metode penyerangan yg tidak fair
Huuffttthhh...
Cape deeh
Syak wasangka lagi...!!!